Oleh Hadi Purnama
Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang
satoe, tanah Indonesia.
Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang
satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa
persatoean, bahasa Indonesia.
***
Sumpah Pemuda yang dideklarasikan oleh kelompok-kelompok pergerakan pemuda
pada 28 Oktober 1928 menjadi tonggak paling bersejarah dalam perjalanan bangsa
Indonesia. Sebuah permufakatan yang melampaui zamannya ketika menjadikan bahasa
bukan semata alat untuk berkomunikasi, lebih dari sebagai alat perekat sosial dan pembentuk identitas sebuah bangsa
”baru” yang bernama Indonesia.
Para pemuda pergerakan memiliki visi jauh ke depan. Bahasa menjadi salah
satu identitas yang mampu menjadi perekat bagi 300 kelompok etnik atau 1-340 suku
bangsa di Indonesia. Perekat bagi lebih dari 740 bahasa daerah dengan beragam
dialek yang tersebar di ribuan pulau yang membentang dari Aceh hingga Papua.
Identitas suatu bangsa
yang paling kuat memang bahasa. Bahkan melalui bahasa hegemoni suatu bangsa
bisa melampaui batas wilayah negara. Ambil contoh Inggris sebagai bahasa bagi
lebih dari 500 juta penuturnya di lima benua, meski negara Inggris Raya sebagai
asal mula bahasa itu hanya memiliki sekitar 60 juta penduduk. Bahkan bahasa
Inggris digunakan sebagai bahasa resmi di 53 negara - sebagian besar merupakan
bekas jajahan Inggris – serta di 10 lembaga internasional!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar